Beranda / Blog / Pulau Angso Duo, Keindahan Alami nan Masih Terjaga

Pulau Angso Duo, Keindahan Alami nan Masih Terjaga

Pulau Ansoduo merupakan satu dari enam gugusan pulau yang ada dipesisir barat Kota Pariaman. Pulau nan indah ini terletak sekitar 2 mil laut dari tepi pantai. Untuk menjangkaunya hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan menggunakan jasa boat atau kapal nelayan.

Pulau Ansoduo cocok untuk lokasi rekreasi keluarga atau sekedar untuk menenangkan diri, melepas penat dari sibuk rutinitas kerja. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di kawasan ini, memancing, snockling (menyelam di permukaan, red) atau sekedar bermain di putih pasir dan riak ombak sambil menikmati lalulalang perahu nelayan.
Pulau Ansoduo sendiri memiliki luas sekitar 5 hektare lebih.

Didalamnya tumbuh aneka tumbuhan khas perairan, nyiur, manggrove, pohon pelindung dan aneka tumbuhan semak belukar. Pemandangan pulau ini sangat indah. Di samping kiri, kanan dan belakang berjejer pulau-pulau lain seperti, Pulau Kasiak, Tangah, Ujuang, Gosong dan Pandan atau Bando.

Pulau Ansoduo memiliki khasanah legenda sejarah yang cukup panjang. Konon dari ceritanya, pulau kecil ini sudah dimanfaatkan sejak zaman peradaban Islam tempo dulu. Itu dibuktikan dengan adanya beberapa kuburan tua dan masih adanya kelompok masyarakat yang melakukan ziarah ke Pulau Ansoduo. Dari legenda itu pula, tak heran kalau keindahan dan eksotisme pulau sedikit dibalut nuansa religi.

Berkunjung ke pulau nan indah ini, kali pertama menapakan kaki, Anda akan dibawa merasakan suasana damai, hening, senyap dan jauh dari kebisingan serta deru derab suasana perkotaan. Semakin jauh ke jantung pulau, keheningan kian terasa seiring nyaringnya suara jengkrik dan nuansa pulau yang berbaur dengan sedikit nuansa mistis.

pulau-angso-duo

Dikatakan mistis, karena persis di tengah pulau terdapat beberapa bekas bangunan usang dan areal pemakaman yang salah satunya adalah situs sejarah ‘Kuburan Panjang’. Kuburan Panjang memiliki panjang mencapai 6 meter. Kuburan ditutupi kain putih dengan dua batu nisan berukuran besar.

Hingga kini tak ada cerita pasti tentang situs ‘Kuburan Panjang’. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, ‘Kuburan Panjang’ adalah makam salah seorang guru dari ulama besar Syekh Burhanuddin Ulakan, Padang Pariaman. Versi lain mengatakan, kalau ‘Kuburan Panjang’ adalah makam M. Natsir, salah seorang pengikut setia Syekh Burhanuddin.

Kuburan ini terawat baik. Situs ‘Kuburan Panjang’ ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan ziarah dan ritual keagamaan. Biasanya peziarah ramai berkunjung pada bulan Juni dan Juli. Mereka tak hanya datang dari sejumlah daerah di Padang Pariaman, seperti dari Padang Sago, Kampuang Dalam, Sungai Sariak dan Patamuan, tapi juga ada peziarah yang datang dari Riau, Medan, Jambi, Banten dan sejumlah daerah lainnya.

Seiring menggeliatnya pariwisata Kota Pariaman, pemerintah setempat kini mencoba mengambangkan potensi Pulau Ansoduo menjadi komoditi pariwisata unggulan. Berbagai sarana dan prasarana telah dan akan dibangun di kawasan ini. Pemerintah Kota Pariaman telah menetapkan konsep Pulau Ansoduo menjadi kawasan objek wisata keluarga dan religi.

Di Pulau Ansoduo, saat ini telah dibangun sejumlah fasilitas pendukung, seperti, dermaga permanen untuk bersandarnya kapal, dua unit rumah singgah yang kini masih dimanfaatkan untuk penginapan para nelayan, jalan setapak, fasilitas kamar mandi, toilet dan sumber air bersih. Saat ini juga sedang dikebut pembangunan fasilitas tempat ibadah Surau Tuanku dan perbaikan situs sejarah ‘Kuburan Panjang’.

Tak hanya untuk berwisata keluarga, bagi peminat olahraga pancing, kawasan gugusan pulau juga sangat cocok untuk area pemancingan.

Di balik Pulau Ansoduo ada Pulau Pandan, orang Pariaman menyebutnya Pulau Bando. Karang di perairan antara Pulau Ansoduo dan Pulau Bando adalah spot (tempat, red) memacing yang sangat potensial. Berbagai jenis ikan besar dan kecil ada di spot pancing ini.

Sayangnya, akses kapal transportasi untuk menjangkau Pulau Ansoduo masih sangat terbatas. Untuk menikmati indahnya kawasan Pulau Ansoduo, pengunjung terpaksa harus menyewa kapal-kapal kecil milik nelayan.

Penyediaan kapal khusus oleh Pemerintah Kota Pariaman untuk sarana transportasi ke objek wisata Pulau Ansoduo hingga kini baru sebatas wacana. Anda penasaran dengan eksotisnya kawasan Pulau Ansoduo, tak ada salahnya menyisihkan waktu menikmatinya.

Tentang PT. Navis Wisata Tour & Travel

PT. Navis Wisata Tour & Travel established license No 20/30-01/PM/III/2006 provides comprehensive Inbound tourist services with qualified travel staffs and a team of experienced tour guides. With the support of our regional network, we are able to fullfill all your requirements in planning a One-stop Package or Multi-destination Tour programmed to Sumatra & Beyond.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »